Biaya Umroh Travel Jakarta Murah

Biaya Umroh  Jakarta – Ketika kita memiliki rencana untuk beribadah umroh ke tanah suci, pastinya kita akan memilih travel mana yang akan digunakan untuk memfasilitasi rangkaian ibadah tersebut. Selaku jamaah hendaknya anda cermat dalam memperhatikan biaya umroh yang ditawarkan oleh mereka.

biaya umroh jakarta 2018

HIMPUH (Himpunan Penyelenggara Umroh dan Haji Khusus) bersama dengan Kementerian Agama RI sudah menyatakan dalam pernyataan resminya bahwa standar minimal biaya umroh tahun sebesar USD1.700 (seribu tujuh ratus).  Standar biaya diatas didasarkan pada Undang-undang Nomor 13 tahun 2008 tentang standarisasi pengadaan perjalanan haji dan umroh. Peraturan tersebut dibentuk guna melindungi para jamaah dan juga menciptakan rasa kenyamanan dan ketenangan dalam beribadah umroh baik pra-keberangkatan hungga kembalinya ke tanah air.

Sedangkan untuk standar biaya umroh 2018 belum dirilis, karena Peraturan Menteri Agama (PMA) nya masih pada tahap proses penyusunan. Dalam proses tersebut Himpuh mengusulkan biaya USD1750. Artinya, antara tahun 2016 dan 2017 tak mengalami perubahan yang signifikan.

Untuk kita ketahui terlebih dahulu, jumlah jamaah umroh masyarakat di Indonesia setiap tahunnya terus bertambah dan meningkat secara dratis, berdasarkan data yang didapat di Kemenag RI untuk tahun 2015 saja 5600an jamaah per bulannya dan sekitar 195 jamaah yang berangkat ke Arab Saudi setiap harinya untuk melakukan ibadah umroh. Kemenag RI telah memperkirakan di tahun 2016 jumlah jamaah akan meningkat 2 kali lipat atau 1,5 juta orang yang akan berangkat ke Jazirah Arab.

Melihat data tersebut, maka kita tak heran jika ini menjadi pasar yang menjanjikan bagi para pengusaha di bidang jasa travel umroh di Indonesia. Selaku calon jamaah kita harus waspada dengan maraknya travel tersebut, apalagi yang berani mengeluarkan penawaran dengan biaya murah yang tak rasional dan tak memenuhi standar. Jangan sampai kasus-kasus yang merugikan jamaah terjadi pada diri kita. Intinya jangan mudah tergiur  dengan harga yang murah. Jika anda sedang mencari biaya umroh yang murah dan terpercaya, sebaiknya anda bisa bertanya pada biro travel terkait  biaya umroh Jakarta.

6 Kriteria Bisnis Yang Layak Untuk Diwaralabakan

Usaha waralaba

Bila saat ini Anda memiliki sebuah bisnis yang sudah berjalan lama dan ingin meningkatkan jaringan dan jangkauan pasar bisnis, maka menawarkan kemitraan dengan sistem waralaba adalah salah satu cara terbaik. Anda bisa bekerjasama dengan banyak investor yang ingin bekerjasama menjalankan bisnis waralaba tersebut.

Namun, kita juga perlu mengetahui bahwa tidak semua bisnis yang sudah berlangsung lama bisa sukses dengan sistem waralaba. Ada setidaknya 6 kriteria yang harus dipenuhi oleh si pemilik bisnis agar bisnisnya bisa diwaralabakan.

Menurut Peraturan Kementerian Perdagangan Nomor 31 tahun 2008, berikut ini  beberapa kriteria yang harus dimiliki sebuah bisnis agar bisa diwaralabakan:

1. Bisnisnya Punya Ciri Khas

Bisnis yang layak dikembangkan dengan sistem waralaba adalah usaha yang punya ciri khas dan keunikan dibanding dengan waralaba sejenis. Usaha yang punya ciri khas khusus akan memberikan peluang sukses lebih besar dan diminati calon mitra.

2. Bisnis Yang Terbukti Menguntungkan

Usaha yang layak diwaralabakan harus terbukti menguntungkan secara konsisten dalam beberapa tahun perjalanan bisnis. Hal ini sangat diperlukan agar nantinya tidak merugikan calon pembeli bisnis frachise tersebut. Sebuah usaha tidak diperkenankan untuk menawarkan kemitraan dengan sistem waralaba bila bisnis tersebut belum terbukti menguntungkan.

3. Memiliki Standar Yang Jelas

Yang dimaksud dengan standar ini mencakup standar pelayanan, standar mutu barang/ jasa, yang dituangkan secara tertulis. Jadi, bila Anda ingin mengembangkan bisnis dengan menawarkan waralaba, pastikan bisnis Anda sudah memiliki sistem dan standar baku. Dengan kata lain, Anda sebagai pemilik waralaba harus punya panduan tertulis yang bisa dijadikan sebagai pedoman bagi pembeli waralaba bisnis Anda.

4. Mudah Untuk Dipelajari dan Dijalankan

Bisnis yang layak untuk di-franchise-kan adalah bisnis yang mudah dipelajari dan diterapkan oleh pembeli waralaba. Dengan kata lain, bisnis tersebut bisa dan mudah dijalankan di wilayah yang ditempati.

5. Memberikan Dukungan Berlanjut

Selain menjual merk dagang dan hak dagang, si pewaralaba juga harus bisa memberikan dukungan kepada terwaralaba secara berkelanjutan. Dukungan ini bisa dalam hal bantuan teknis, memberikan pelatihan, cara pemasaran, manajemen bisnis, dan adanya wadah untuk berkonsultasi.

6. HKI Sudah Terdaftar

Hak Kekayaa Intelektual (HKI) adalah hal yang sangat penting bagi sebuah bisnis. Sebuah merk dagang yang ingin menjual hak dagang/ merk dagagnya harus sudah mendaftarkan merk dagangnya ke Pemerintah Indonesia. Bila bisnis tersebut belum memiliki sertifikat HKI sebaiknya jangan mewaralabakan bisnis Anda karena berpotensi tersandung masalah hukum di masa mendatang.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan No. 31 tahun 2008 tentang bisnis waralaba, siapapun (individu atau badan usaha) tidak diperbolehkan menggunakan istilah Franchise (waralaba) untuk semua kegiatan bisnis yang belum memenuhi kriteria yang disebutkan di atas.

Selain itu, masih ada kewajiban lain yang harus dipenuhi oleh pemilik bisnis waralaba, yaitu:

1. Pemilik franchise harus memberikan prospektus penawaran usaha waralaba kepada calon pembeli waralaba. Ini harus dilakukan paling lama dua minggu sebelum proses penandatanganan perjanjian bisnis. Prospektus tersebut harus dalam bahasa Indonesia yang baik agar mudah dipahami kedua belah pihak.

2. Pemilik waralaba dan pembeli waralaba harus menandatangani perjanjian tertulis. Perjanjian tersebut harus memiliki kedudukan hukum yang jelas dan sesuai dengan hukum yang berlaku di negara Indonesia.

Mungkin beberapa dari kita menganggap ketika ada peluang usaha yang menjanjikan maka akan bisa langsung diwaralabakan. Namun, tidak selalu demikian karena ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh bisnis tersebut agar bisa menjadi sebuah waralaba.

Nah, bagi para pengusaha yang ingin mewaralabakan bisnisnya, sebaiknya penuhi dulu kriteria yang disebutkan di atas karena itu berdasarkan pertaturan pemenrintah Indonesia. Begitu juga bagi mereka yang ingin menjalankan bisnis waralaba, perhatikan kriteria di atas sebelum memilih untuk membeli sebuah usaha waralaba.