Keramah-tamahan Umroh Bulan Ramadhan bersama Travel Umroh Jakarta

Saat diterima sebagaimana layaknya penduduk asli. Itulah salah satu ajaran Nabi yang masih kentara di Madinah. Didalam sebuah hadisnya Nabi bersabda, Barangsiapa beriman kepada Allah SWT dan hari akhir hendaklah ia memuliakan para tamu. Orang-orang Madinah menerapkan hadis tersebut dengan sangat baik, sehingga siapapun yang pernah berziarah ke kota suci ini akan mempunyai kesan baik yang kurang lebih sama.

Seseorang yang baru melaksanakan umrah pada bulan Ramadhan bercerita tentang keramah-tamahan yang ditunjukkan oleh orang-orang Madinah. Apa yang dirasakannya di Madinah jauh berbeda dengan perlakuan orang-orang Arab di Mekkah. Cara umroh yang baik dan benar bisa kita ikuti sesuai dengan yang diperintahkan Allah.

Satu hal yang perlu diketahui, realitas Madinah yang seperti ini tidak bisa dilepaskan dari pergulatan panjang yang terjadi dari dulu hingga sekarang. Tidak seperti kota-kota Arab lainnya yang kerapkali dilanda konflik antarsuku, Madinah relatif menjadi kota damai.

Tidak pernah terdengar adanya pertikaian sengit antar kelompok di dalam kota ini. Kalaupun toh ada pertikaian dan peperangan, hal tersebut selalu terjadi diluar kota ini. Inilah salah satu keutamaan kota Madinah, yang selalu terjaga hingga sekarang.

Jika di Mekkah masih terjadi pemberontakan antar suku, bahkan paham-paham yang berbeda, tetapi di Madinah tidak terdengar lagi pemberontakan seperti itu. Setidaknya penduduk Madinah begitu menjaga fatsoen yang telah diajarkan Nabi kepada mereka agar senantiasa menjaga dan mengutamakan perdamaian. Madinah harus menjadi teladan bagi kota-kota umat muslim di tempat lain, bahwa salah satu cerminan kota islam tidak hanya dari megahnya bangunan yang menjulang langit, tetapi juga dari karakter masyarakatnya yang cinta damai dan toleransi.

Pada perang badar ada yang usul agar orang-orang pagan Quraysh dipaksa untuk masuk ke kota Madinah, kemudian mereka dikepung dari luar. Tetapi, Nabi menolak untuk melakukan hal tersebut dalam rangka menghormati Madinah dari berbagai noda konflik. Akhirnya disepakati mencegat rombongan ekspedisi Quraysh Mekkah diluar Madinah.

Madinah menyimpan pesan yang sangat kuat agar kehidupan umat dibangun diatas prinsip saling menghargai, saling menghormati dan saling menerima. Kita dapat merasakan dan menikmati hal tersebut bersama travel umroh Jakarta. Ketiga hal tersebut merupakan sebuah indikasi kuat toleransi dalam sebuah masyarakat. Nabi telah menjadikan Madinah sebagai laboratorium toleransi yang paling otentik, karena nilai-nilai tersebut dapat diterapkan di Madinah, yang mana tidak dapat diterapkan di Mekkah.

Dengan demikian, Madinah mempunyai keistimewaan yang telah mewarnai perjalanan umat islam untuk membuat sebuah kota, yang mana didalamnya ada spirit persaudaraan dan kebersamaan yang sangat kuat. Umat islam tidak hanya menjadi unsur komplementer, tetapi justru menjadi inisiator di garda depan, khususnya dalam rangka membangun sebuah kota yang damai dan toleran.